Sebanyak 500 Rumah Khusus TKI Akan Dibangun di Ponorogo

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri meletakkan batu pertama pembangunan rumah khusus bagi TKI di Kelurahan Cokromenggalan, Kecamatan Ponorogo, Senin (18/12 – 2017). (Foto: Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)

Bisnis.com, PONOROGO—Sebanyak 500 unit rumah untuk para tenaga kerja Indonesia (TKI) akan dibangun di Kelurahan Cokromenggalan, Kecamatan Ponorogo. Namun, pada tahap awal akan dibangun 50 unit rumah terlebih dahulu sebagai pilot project.

Koordinator Nasional Peduli Buruh Migran, Lily Pujiati, mengatakan ada dua tipe rumah yang akan dibangun yaitu tipe 36 dan 45. Direncanakan ada 500 unit rumah yang akan dibangun di lahan tersebut. Diperkirakan pembangunan rumah itu membutuhkan waktu enam bulan.

“Akan dibangun 50 unit dulu untuk tahap awal sebagai pilot project,” kata dia saat acara peletakan batu pertama pembangunan perumahan khusus TKI di lokasi pembangunan, Senin (18/12/2017).

Lily menuturkan rumah tipe 36 itu akan dijual dengan harga Rp172 juta. Sedangkan rumah tipe 45 dijual seharga Rp250 juta.

Dalam kesempatan itu, Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri, meletakkan batu pertama pembangunan rumah khusus TKI tersebut.

Hanif menyampaikan perumahan TKI ini merupakan instrumen penting untuk membantu pengelolaan remitansi. Menurut dia, inisiatif seperti ini yang perlu mendapatkan dukungan dari pemerintah.

“Kebetulan pembangunan rumah TKI ini merupakan inisiatif dari kelompok TKI purna yang bekerjasama dengan pihak swasta dan perbankan, tentu pemerintah memberikan dukungan terhadap pembuatan atau pembangunan di Ponorogo ini,” kata dia.

Hanif menyampaikan saat ini pemerintah memiliki program serupa melalui program Jaminan Hari Tua (JHT) dari BPJS Ketenagakerjaan. Dengan mengikuti program JHT, TKI akan mendapatkan kemudahan untuk fasilitas krediten rumah.

“Para TKI kita yang mengikuti program JHT, bisa dipakai untuk bisa mengakes rumah dan mendapatkan fasilitas kredit rumah dan sebagianya. Termasuk juga pemerintah kan juga terus meningkatkan aksess keuangan dan permodalan usaha bagi para TKI,” kata Hanif.

19 Desember 2017, 08:18 WIB
Oleh: Abdul Jalil/JIBI-Solopos
Editor : Miftahul Ulum

Leave a Reply