Bukti Kemenakertrans Dan Kemenlu Diam

Kasus TKI Sihatul Dihentikan

RMOL – Dihentikannya penyelidikan kasus kekerasan yang dialami Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Bayuwangi, Jawa Timur, Sihatul Aliyah di Taiwan, dikritik aktivis buruh. Mereka menilai, pemerintah Indonesia cuma diam dan tak memberikan bantuan dalam kasus ini.

Koordinator LSM Peduli Buruh Migran, Lily Jatmiko Kusnadi menyatakan, pemerintah baik Kementerian Luar Negeri (Kemlu) atau Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) diminta untuk melobi pemerintah Taiwan agar kasus ini bisa terus dilanjutkan, guna memberi rasa keadilan.

“Kurangnya bukti tidak boleh dijadikan alasan. Sebab, kondisi Sihatul sudah separah itu. Harus ada upaya lobi-lobi dari pemerintah Indonesia agar kasus ini terus diselidiki,” kata Lily ketika dihubungi Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Lily bilang, kondisi Sihatul sangat parah, sampai terancam cacat walau sudah sehat lagi. “Dengan kondisi seperti itu, pemerintah jelas tidak boleh berdiam diri,” tegasnya.

Menurut Lily, pencabutan izin PJTKI dan pemberian uang santunan bukanlah solusi dalam kasus yang menimpa TKI seperti ini. Sebab, tak akan ada efek jera, dan berpotensi terulang menimpa TKI lainnya.

Sebelumnya, Asisten Senior Bidang Ketenagakerjaan Kamar Dagang Indonesia di Taipei, Noerman Adhiguna mengatakan, kepolisian Taiwan telah menghentikan kasus ini karena minim bukti. Menurutnya, proses hukum masih bisa dibuka kembali bila pihak keluarga menuntut majikan Sihatul. Namun, keluarga Sihatul tidak ingin kasus hukum itu berlanjut.

8 Mei 2014

Foto: detik.com

Leave a Reply