TKW Ngawi Dianiaya di Hongkong: Pengobatan Erwiana Ditanggung PJTKI

SURYA Online, NGAWI – Koordinator Peduli Buruh Migran, Lily Pujiati menyatakan bakal mengawal kasus dugaan penganiayan yang menimpa Erwiana Sulistyaningsih (22) warga Dusun Kawis, Desa Pucangan, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi tersebut hingga tuntas.

Pasalnya, TKW yang baru bekerja delapan bulan di Hongkong itu, diduga mendapatkan perlakuan tidak manusiawi dari majikannya. Hal itu, dibuktikan dengan kondisi luka bakar dan luka bekas pukulan benda tumpul di sekujur tubuh korban.

“Dalam kasus ini kami akan memberikan pendampingan dan monitoring khusus, mulai dari memperjuangan hak-hak korban, pemulihan korban sampai kasus hukum hingga selesai persidangan,” terangnya kepada Surya Online, Senin (13/1/2014).

Apalagi, kata Lily, Erwiana berangkat ke Hongkong secara resmi melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT Graha Ayu Karsa, Tangerang. Erwiana tercatat berangkat ke Hongkong sejak 13 Mei 2013, dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga di rumah Law Wan Tung di Kota Tseung Kwan O, Hongkong. “Kami pun akan memperjuangkan agar PJTKI memberikan hak-hak korban, terutama soal asuransi, agar secepatnya diproses dan diberikan kepada korban,” imbuhnya.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Pemkab Ngawi, Sunarto menegaskan selain dikunjungi staf khusus Kemenakertrans RI, Erwiana yang sekarang dirawat di RSI Amal Sehat Sragen Jawa Tengah itu, juga dikunjungi petugas Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), serta PJTKI.

“Di rumah sakit, disepakati seluruh biaya pengobatan Erwiana ditanggung PJTKI. Selain itu, upaya hukum tetap akan ditempuh. Kami (Dinsosnakertrans Pemkab Ngawi) akan meminta hasil visum dari rumah sakit, untuk kita kirim ke BNP2TKI yang akan melakukan upaya perlindungan hukum dan mengungkap kasus penganiayaan terhadap korban itu,” pungkasnya.

Senin, 13 Januari 2014 19:44 WIB

Foto: scmp.com/Sam Tsang

Leave a Reply