Solidaritas untuk Korban Banjir Muara Baru

Sekedar berbagi pengalaman dan bersolidaritas untuk korban banjir di Muara Baru. Sebelum ke Muara Baru, kami sudah ke lokasi banjir lain di Bukit Duri. Di sana kondisinya sudah terjangkau bantuan dari luar. Selain itu warga juga sudah mandiri dengan gotong-royong membuat dapur umum dan mendistribusikannya per RT.

Hari ini (20 Januari 2013) kami ke Muara Baru setelah mendapat info belum adanya bantuan. Kondisinya sangat berbeda dengan Bukit Duri karena daerah banjir yang begitu luas dan dalam, tidak bisa dilalui mobil biasa (hanya bisa dengan truk militer yang tinggi dan perahu). Butuh waktu 1 jam menuju lokasi dengan sampan/perahu buatan.

Di daerah itu sulit untuk membuat dapur umum yang cukup luas karena tidak ada daerah kering di pinggir jalan besar/di muka gang. Belum lagi dengan gang sempit yang harus dilalui, ditambah aliran listrik yang mati.

Ditambah lagi ada warga yang berebutan bila tahu ada sembako yang langsung disebar di satu titik (biasanya donatur adalah orang luar yang belum tahu peta situasi setempat dalam memberikan bantuan).

Sangat disarankan untuk mempunyai kontak terlebih dahulu di lokasi banjir sebelum datang dan memberikan bantuan agar tahu apa saja yang dibutuhkan dan untuk berapa orang, di titik mana bantuan diturunkan (tentunya kontak sudah menunggu dengan beberapa kawannya untuk membawa & mengawal bantuan).

Karya kemanusiaan ini tentunya tidak terlepas dari campur tangan banyak pihak. Kami bekerja bersama kawan-kawan Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) yang selalu semangat, para warga yang bergotong-royong di Muara Baru, warga Jakarta dan Depok yang menyumbangkan banyak bantuan, dan orang-orang yang peduli banjir yang tidak ingin namanya disebutkan satu per satu.

Salam Solidaritas,

Lily Pujiati (Peduli Buruh Migran)

Foto dan video korban banjir di Muara Baru:

http://www.flickr.com/photos/ratifikasikonvensimigran http://www.youtube.com/user/PeduliBuruhMigran

Leave a Reply