Peringatan Hari Buruh Migran 18 Desember 2012: Menagih Janji Negara Melindungi Buruh Migran & PRT Indonesia

Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Komite Aksi Perlindungan Pekerja Rumah Tangga & Buruh Migran (KAPPRT & BM) turun ke jalan memperingati Hari Buruh Migran 18 Desember 2012. Aksi Migrant Day tahun ini dilakukan di depan Istana Negara, Jakarta. Para demonstran menagih utang Presiden SBY dan DPR dalam mewujudkan perlindungan bagi buruh migran dan pekerja rumah tangga Indonesia.

Presiden SBY, ketika berpidato dalam sidang ILO ke-100 di Jenewa pada tanggal 14 Juni 2011 menyampaikan bahwa, “Pemerintah RI akan mendukung Konvensi Kerja Layak bagi PRT, yang dipastikan bahwa Sesi ke-100 ini akan mengadopsinya menjadi sebuah Konvensi. Konvensi ini dapat menjadi acuan bagi negara pengirim dan negara penerima guna melindungi PRT migran. Dan di Indonesia hal ini menjadi isu penting karena sebagian besar buruh migran Indonesia adalah PRT. Pemerintah RI juga sudah mengambil langkah secara institusional, administratif dan juga hukum untuk melindungi dan memberdayakan buruh migran Indonesia. Pekerja Rumah Tangga yang bekerja di dalam negeri juga harus diberi perlindungan yang sama, dengan begitu, konvensi ini akan membantu pemerintah Indonesia untuk merumuskan perundang-undangan dan peraturan nasional yang lebih efektif untuk tujuan perlindungan ini.”

Namun faktanya hingga saat ini belum peraturan nasional yang melindungi PRT. Selain itu, Konvensi ILO No. 189 tentang Kerja Layak bagi PRT, belum juga diratifikasi Pemerintah Indonesia.

Demikian halnya dengan DPR. Sejak tahun 2010 berjanji untuk merevisi dan mensahkan UU No. 39/2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri (PPTKILN) yang sesuai dengan Konvensi PBB tentang Perlindungan Hak-hak Buruh Migran dan Anggota Keluarganya. Namun sampai hari ini, Undang-Undang perlindungan bagi buruh migran tersebut tidak kunjung lahir.

Sementara kasus-kasus yang menimpa buruh migran terus bermunculan. Awal tahun 2012, Dirjen Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) Kemenakertrans menyatakan bahwa sepanjang tahun 2011 terdapat 44.573 kasus yang dialami TKI. Ini berarti bahwa setiap hari terdapat 122 TKI yang mengalami kasus.

Maka pada Hari Buruh Migran Internasional 18 Desember 2012, Komite Aksi Perlindungan Pekerja Rumah Tangga dan Buruh Migran menuntut:

1. Segera sahkan UU Perlindungan PRT yang mengacu pada Konvensi ILO No. 189.
2. Segera Ratifikasi Konvensi ILO No. 189 tentang Kerja Layak bagi PRT.
3. Segera sahkan Revisi UU No. 39/2004 yang mengacu pada Konvensi PBB tentang Perlindungan Hak-hak Buruh Migran dan Anggota Keluarganya.

(peduliburuhmigran)

Foto Hari Buruh Migran: http://www.flickr.com/photos/ratifikasikonvensimigran

Leave a Reply