TKI yang Terabaikan Negara

Sukaesih adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) overstay dari Arab Saudi yang dipulangkan oleh pemerintah pada 4 Mei 2011. Bersama ribuan TKI lainnya, ia pulang ke tanah air dengan Kapal Laut KM Labobar. Total keseluruhan TKI yang dipulangkan oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) adalah 2.353 orang.

Setibanya di Pelabuhan Tanjung Priok, ia langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Koja Jakarta Utara dikarenakan kondisi fisiknya yang lemah dengan tekanan darah 210/130 selain itu jantungnya juga mengalami gangguan.

Selama di rumah sakit, ia hanya didampingi oleh sang suami dan dari pihak BNP2TKI tidak pernah menjenguk ataupun melihat kondisinya. Dua belas hari lamanya, Sang Pahlawan Devisa harus dirawat di rumah sakit tanpa uang sepeserpun. Peduli Buruh Migran mendampingi Sukaesih pulang ke tengah keluarga

Sebenarnya masa perawatan ini menjadi lebih singkat apabila BNP2TKI segera tanggap ketika dihubungi pihak RSUD Koja. Namun sampai tanggal 16 Mei kemarin, pihak BNP2TKI yang bertanggung jawab atas Suikaesih sangat sulit untuk dihubungi pihak rumah sakit. Pada akhirnya pihak rumah sakit menghubungi Peduli Buruh Migran untuk membantu mendampingi dan memulangkan ke Karawang dikarenakan kondisinya tidak mungkin pulang sendiri dengan angkutan umum.

Sukaesih bekerja di Arab selama 4 tahun. Ia mempunyai anak enam orang, lima di antaranya sudah berkeluarga. Pada tahun ketiga saat bekerja di Arab, kedua matanya tidak lagi bisa melihat. Untuk berjalan, ia perlu bantuan orang lain agar tidak terjatuh atau menabrak benda yang ada di sekitarnya.

Kejadian yang menimpa Sukaesih ini sangat memprihatinkan dan tidak seharusnya terjadi apabila BNP2TKI melakukan koordinasi dengan instansi pemerintah lainnya dalam hal memulangkan TKI dari Jeddah ini. BNP2TKI dapat belajar dari proses deportasi Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah (TKIB) dari Malaysia yang selama ini dilakukan oleh Satgas Pemulangan TKIB yang melibatkan beberapa instansi lintas sektoral dan berjalan dengan cukup baik.

Selain itu pelayanan kesehatan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia bagi TKI selama di luar negeri, wajib dipenuhi oleh negara. Kasus Sukaesih membuktikan bahwa negara tidak memberikan jaminan perlindungan maupun jaminan kesehatan untuk TKI selama bekerja di luar negeri.

Hal mendesak lainnya yang harus dilakukan pemerintah Indonesia adalah mengadopsi standar hukum internasional guna perlindungan bagi buruh migran dan anggota keluarganya, atau segera meratifikasi Konvensi Migran 1990.

(Lily Pujiati, Peduli Buruh Migran)

Foto: Peduli Buruh Migran mendampingi Sukaesih pulang ke tengah keluarga. (Peduli Buruh Migran)

Leave a Reply