Hari Kartini, Demonstran Geruduk Bundaran HI


JAKARTA – Puluhan demonstran dari LSM Aliansi Rakyat untuk Ratifikasi Konvensi Migran (ARRAK 90) menggelar unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia untuk memperingati Hari Kartini.

Dalam aksi kali ini, mereka menyuarakan agar pemerintah dapat lebih memperhatikan nasib rakyat Indonesia yang menjadi buruh migrant. Pasalnya, sampai saat ini masih banyak pelanggaran hak yang dialami para buruh migran.

“Dari seluruh buruh migran, terdapat 76 persen perempuan yang mengalami penindasan dan eksploitasi,” ujar Koordinator LSM ARRAK 90 Lily Pudjianti, dalam orasinya, Rabu (21/4/2010).

Menurut Liliy, sepanjang 2009, sebanyak 44.438 buruh migrant mengalami 16 jenis kasus pelanggaran atas hak-haknya. Data tersebut, kata dia, hanya mencatat buruh migran yang pulang dari Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta dan data kepulangan TKI.

“Jumlah aslinya lebih besar lagi. Program 100 hari Menakertrans memang sudah mengkaji hal ini, tetapi mereka tak melibatkan perwakilan buruh migran serta akademisi sehingga tak objektif dan transparan,” tandasnya.

Karena itu, melalui peringatan Hari Kartini pihaknya menuntut pemerintah agar membangun standar buruh migran dengan melakukan langkah legislatif, administratif, dan diplomatif untuk melindungi buruh migran serta keluarganya.

“Kami juga meminta ada akses bagi masyarakat dalam memperoleh informasi dalam hal buruh migran. Selain itu, pemerintah juga harus melibatkan masyarakat sipil dan buruh migran dalam proses pengkajian kebijakan terkait buruh migrant,” tukasnya.

Hingga kini, massa LSM ARRAK 90 masih menggelar aksi dengan mengenakan pakaian kebaya. Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan ‘Lindungi TKI dengan Konvensi Migran’. Sejumlah aparat nampak bersiaga mengawal aksi tertib ini.
(teb)
Rabu, 21 April 2010 – 11:11 wib
Ajat M Fajar – Okezone
http://news.okezone.com/read/2010/04/21/338/324834/hari-kartini-demonstran-geruduk-bundaran-hi

Foto: Peduli Buruh Migran

Leave a Reply