Disiksa, TKI Asal Sulawesi Tengah Kabur dari Malaysia


PALU–MI: Merry Yuliani, 23, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, melarikan diri karena tidak betah dan mengalami penyiksaan selama lima tahun bekerja di Malaysia.

Merry yang berasal dari Desa Pesaku itu tiba di Bandara Mutiara Palu, Rabu (3/2), bersama sejumlah aktivis LSM yang peduli terhadap kaum buruh migran.

Saat ditemui di Bandara Mutiara, Merry mengaku tidak pernah menerima gaji selama dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga. “Majikan mengatakan gaji saya akan diberikan secara total setelah bekerja beberapa tahun, tapi sampai sekarang saya tidak memegang uang sepeser pun,” katanya, yang juga mengaku pernah berkirim surat ke kampung halaman tapi tidak pernah mendapat balasan.

Dia juga mengaku sering disiksa oleh majikannya di Malaysia, seperti ditampar, dipukul, ditendang, dan bahkan sempat tidak diberi makan. Beberapa alasan itulah yang membuat Merry tidak kerasan dan memutuskan untuk melarikan diri ke Tanah Air.

Merry yang bekerja sejak awal 2005 ini kabur ke Jakarta pada Oktober 2009 dengan menggunakan jalur laut. Merry dan kedua temannya sesama TKW tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, dan saat itulah aktivis dari Peduli Buruh Migran (PBM) menemukannya.

Suster Vincentia, aktivis yang menemukan Merry kemudian merawatnya hingga akhirnya dipulangkan ke Sulawesi Tengah. Merry diantar sejumlah aktivis PBM dan jemaat gereja di Sulawesi Tengah diantar ke kampung halamannya di Desa Pesaku, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi.

Suster Vincentia sempat menyayangkan ketidakpedulian pemerintah mengatasi buruh migran yang nasibnya merana. “Sebenarnya ini adalah tanggung jawab negara melalui departemen terkait. Tapi mau bagaimana lagi, daripada Merry dan kawan-kawannya terus telantar di Jakarta terpaksa kita yang memulangkannya,” ujarnya.

Beberapa waktu sebelumnya terdapat sejumlah kasus buruh asal Sulawesi Sulteng yang melarikan diri karena alasan yang dikemukakan Merry. Bahkan, pernah terdapat seorang TKI yang juga berasal dari Kabupaten Sigi yang pulang dalam keadaan tidak bernyawa. (Ant/OL-03)

Mediaindonesia.com
Kamis, 04 Februari 2010 02:39 WIB

Foto: Peduli Buruh Migran

Leave a Reply