Massa Arak 90 Demo di Bundaran HI


Selasa, 18 Agustus 2009 12:51 WIB

JAKARTA–MI: Sekitar 30 orang yang merupakan massa Aliansi Rakyat untuk Ratifikasi Konvensi Migran 1990 (Arak 90) menggelar aksi demonstrasi di Bundaran HI Jakarta, Selasa (18/8), meminta pemerintah segera meratifikasi konvensi tersebut.

“Konvensi Migran 1990 adalah salah satu traktat internasional yang paling komprehensif mengatur perlindungan hak asasi pekerja migran dan anggota keluarganya,” kata Koordinator Aksi, Lily Pujiati, di Jakarta, Selasa (18/8).

Menurut Lily, semangat utama konvensi itu adalah meniadakan diskriminasi terhadap hak-hak pekerja migran dan anggota keluarganya. Dengan ratifikasi tersebut, lanjutnya, maka semua pekerja migran dianggap setara dan setiap negara wajib menghormati dan menjamin hak-hak
pekerja migran beserta keluarganya tanpa diskriminasi.

“Diskriminasi yang terdapat dalam Konvensi Migran 1990 lebih luas dari yang dimuat konvensi lain seperti Kovenan Internasional Hak Sipil Politik dan Kovenan Internasional Hak Ekonomi Sosial Budaya,” katanya.

Lily mengemukakan dua Kovenan Internasional tersebut telah diratifikasi pemerintah Indonesia, sedangkan Konvensi Migran 1990 masih belum diratifikasi.

Ia menegaskan, Konvensi Migran 1990 sejalan dengan prinsip amanat UUD 1945 yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan prinsip kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

“Dengan meratifikasi konvensi ini, maka pemerintah Indonesia juga akan memiliki posisi tawar yang kuat untuk bekerja sama dengan pemerintah negara tujuan pekerja migran dengan menggunakan standar HAM internasional,” kata Lily.

Aksi tersebut tidak memacetkan arus kepadatan lalu lintas di Jalan MH Thamrin yang berada di sekitar Bundaran HI.

Para pendemo juga membawa sejumlah spanduk yang bertuliskan antara lain “Ratifikasi Konvensi Migran 1990 atau Buruh Migran Tetap Tertindas”, “6 Juta TKI Malaysia Tuntut Konvensi Migran” dan “Merdekakan Buruh Migran dari Belenggu Perbudakan”.(Ant/OL-01)

Sumber: mediaindonesia.com
Foto: Sophan Wahyudi (Rakyat Merdeka)

Leave a Reply