Deportasi TKI dari Malaysia


Kapal Sirimau merapat di Pelabuhan Tanjung Priok sekitar pukul 19.30 WIB, Jumat 9 Januari 2009. Kapal itu membawa 364 buruh migran korban kebijakan negara yang dideportasi dari Malaysia. Kawan-kawan ini rata-rata telah menjalani tahanan di Malaysia antara 3 bulan sampai 1 tahun. Kondisi mereka sangatlah memprihatinkan. Yang laki-laki biasanya dengan rambut cepak, sandal jepit plastik warna putih dan tas plastik warna merah, sudah menjadi ciri khas. Sedangkan yang perempuan masih sedikit lebih baik walaupun banyak dari mereka yang pulang hanya dengan baju di badan.

Keceriaan tetap tampak walaupun mereka tidak tahu apa yang akan terjadi sesampai di kampung halaman, namun tidak sedikit yang kebingungan untuk pulang ke kampung halamannya, karena pulang dengan tangan hampa tanpa uang sepeser pun.

Malam itu terdapat dua perempuan yang dievakuasi ke Rumah Sakit Koja, Rosina dan yang seorang lagi belum bisa memberikan keterangan karena kondisinya masih lemah. Sedangkan ada lagi dua perempuan depresi yang langsung dibawa ke RPTC. Seorang buruh migran bernama Rudi asal Lombok Timur, walau dengan kaki lumpuh dan digendong kedua temannya, ia nekad pulang ke kampungnya. Ia terkena serangan sakit pada kakinya ketika masuk penjara Malaysia, mula-mula kedua kakinya bengkak namun lama-lama mengecil dan tidak bisa digerakkan. (Lily Pujiati, Peduli Buruh Migran)

Foto: Peduli Buruh Migran

Leave a Reply