Pemulangan TKI Jalan Terus


JAKARTA – Gelombang pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia terus dilakukan. Hari ini (9/9) diperkirakan 800 TKI akan merapat di Pelabuhan Tanjung Priok sekitar pukul 12.00 siang.
Dari jumlah itu, 300 orang turun di Jakarta. Sisanya turun di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Berdasarkan info sementara, dalam rombongan TKI tersebut terdapat dua orang yang mengalami patah tangan dan kaki, lima anak korban traficking, dan seorang bayi berusia satu bulan.
Rombongan TKI itu diberangkatkan dari Malaysia. Pemerintah Malaysia tengah gencar menertibkan tenaga kerja ilegal yang bekerja di negaranya. Informasi itu diperoleh dari Koordinator Peduli Buruh Migran Lily Pujiati.
Lily mengemukakan, pihaknya akan mendampingi kedatangan para TKI tersebut di Pelabuhan Tanjung Priok. ”Mereka sebagian kecil dari saudara-saudara kita yang ingin menciptakan harapan bagi kehidupan ini dengan berani melangkah melewati batas negeri. Padahal, untuk berangkat, segala upaya dilakukan untuk memenuhi biaya agar bisa menjadi buruh migran,” jelasnya di Jakarta kemarin (8/9)
Lily menambahkan, para TKI itu telah berkorban dengan menjual hewan ternak seperti sapi, kambing, atau kepemilikan tanah. ”Biasanya, itu upaya bersama keluarga besar, termasuk meminjam dari tetangga dekat. Sayang, harapan itu menjadi sirna. Mereka kembali bukan sekadar dengan kesia-siaan, tetapi penderitaan batin dan fisik,” ungkapnya.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah mengemukakan, setiap pemulangan TKI selalu diperiksa oleh perwakilan Departemen Luar Negeri di negara asal.
”Kemudian saat penerimaan di pelabuhan kita. Ada 11 tim interdepth, termasuk Departemen Kesehatan, BNP2TKI, Depnakertrans, Deplu, dan pemerintah daerah yang akan membantu pemulangan ke daerah asal,” lanjutnya.
Sementara itu, anggota EPG (Eminent Persons Group) Indonesia-Malaysia Musni Umar mengemukakan, pihaknya akan terus memantau pemulangan TKI tersebut.
”Dari pembicaraan awal, belum ada program people-to-people. Namun, masalah ini (pemulangan TKI) akan kami singgung pada pertemuan di Malaysia 7–9 Oktober mendatang,” lanjutnya.
Musni menilai selama ini kasus TKI terus terjadi sehingga sulit untuk tidak dibicarakan dalam forum kedua negara tersebut. ”Keberadaan TKI juga ada manfaatnya bagi warga Malaysia. Karena itu, kami akan mencari solusi terbaik bagi kedua negara,” tegasnya. (iw/agm/jpnn)

Radar Tarakan, 8 September 2008

Foto: Peduli Buruh Migran

Leave a Reply